Mereka yang Terkotak-Kotak

 

Berdasarkan sebuah petunjuk hidup dikatakan, akan ada 73 golongan (tak usah saya perjelas golongan apa) di muka bumi ini setelah khalifah ummat terakhir wafat. Dalam kenyataannya, begitu banyak golongan yang tersebar di pelosok negeri ini. Banyak di antara mereka yang terciri dengan kostum ataupun ucapan. Bahkan, di antara mereka, berusaha membuat sebuah pagar dengan garis putus-putus sebagai hijab antara golongan mereka dan golongan lain.

Masing-masing dari mereka menyembah Pencipta yang sama. Hanya satu pencipta. Dan dengan hati ringan mereka akan berkata pada penciptanya « La ilaa ha ilaa anta! ». Meski terlihat sederhana, namun ini adalah alasan kuat yang mengisyaratkan, bahwa sesungguhnya mereka, kami, dan semua orang adalah satu. Satu keyakinan, satu persaudaraan, dan satu perjuangan melawan yang bathil.

Lantas, kotak yang diciptakan oleh masing-masing mereka kian hari kian tebal dan kokoh. Apa alasan konkrit dari mereka untuk menciptakan kotak-kotak itu? Perbedaan persepsi? Perbedaan Fiqh? Tak jelas apa akar dari segala akar yang menjadi landasan utama mereka mengotaki diri mereka, begitu pun yang lainnya.

Tidak cukupkah dua penuntun hidup manusia yang diturunkan ke muka bumi ini dari Sang Pencipta mereka menyatukan mereka?

7 réflexions sur “Mereka yang Terkotak-Kotak

  1. yaa cukup tapi aliran yang menyimpang pun memakai

    al-qur’an dan sunnah akan tetapi salah dalam menerapkan

    dan menafsiri dalil tersebut. sehingga kita butuh

    pemahaman yang benar.

    pemahaman yg benar yang didasari pemahaman bukan

    gologan tertentu bukan pula menisbatkan pemikiran tokoh

    tertentu tetapi pemahaman para sahabat, merekalah murid

    langsung Rosululloh, yang lebih tahu apa hakikat dalil

    tersebut. pada masa merekalah Al-Qur’an diturunkan.

    BUkankah jelas dan menjadi kaidah umum di masyarakat

    semakin lama suatu informasi dan jauh rantai berantai dari

    pemberi Informasi aslinya akan ada kemungkinan

    berubahnya sangat tinggi

    dari substansinya walo kontekstualnya sama?? ( mungkin

    yang mempelajari komunikasi lebih mengetahui dari yg tidak belajar )

    so mengapa kita mencari pemahaman selain

    pemahaman dari mereka???

    adakah ??

    entahlah… klo mereka tidak dijadikan atsar, maka sapa lageee???

    Sabda Rasullullah Shalallahu ‘alaihi wa salam : « Sebaik-baik manusia adalah generasiku (generasi Rasulullah & Shahabat), kemudian orang-orang sesudah mereka (Tabi’in) kemudian orang-orang sesudah mereka (Tabi’ut Tabi’in.). Sesudah itu akan datang kaum yang kesaksian mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului kesaksiannya. » (HR. Bukhari IV/189, Muslim VII/184-185, Ahmad I/424 dll).

    “Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, mereka kekal abadi di dalamnya. Itulah kesuksesan yang agung.” (At-Taubah: 100).

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “…. Umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk ke dalam neraka, kecuali satu golongan. Beliau ditanya: ‘Siapa dia wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: golongan yang mengikuti aku dan para sahabatku .” (Hasan, riwayat At Tirmidzi dalam Sunannya, Kitabul Iman, Bab Iftiraqu Hadzihil Ummah, dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash)

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan barangsiapa menentang Rasul setelah jelas baginya kebenaran, dan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa bergelimang dalam kesesatan dan kami masukkan ia ke dalam Jahannam,, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An Nisa’: 115)

    Al Imam Ibnu Abi Jamrah Al Andalusi berkata: “Para ulama telah menjelaskan tentang makna firman Allah (di atas): ‘Sesungguhnya yang dimaksud dengan orang-orang mukmin disini adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan generasi pertama dari umat ini,

    karena mereka merupakan orang-orang yang menyambut syariat ini dengan jiwa yang bersih. Mereka telah menanyakan segala apa yang tidak dipahami (darinya) dengan sebaik-baik pertanyaan, dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun telah menjawabnya dengan jawaban terbaik. Beliau terangkan dengan keterangan yang sempurna.

    Dan mereka pun mendengarkan (jawaban dan keterangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tersebut), memahaminya, mengamalkannya dengan sebaik-baiknya, menghafalkannya, dan menyampaikannya dengan penuh kejujuran.

    Mereka benar-benar mempunyai keutamaan yang agung atas kita. Yang mana melalui merekalah hubungan kita bisa tersambungkan dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, juga dengan Allah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.’” (Al Marqat fii Nahjissalaf Sabilun Najah hal. 36-37)

    Tunjukkanlah… adakah hujjah dari golongan2 yang terkotak2 bahwa metode mereka benar selain hujjah di atas??? (bahwasanya mengikuti sahabat yang terbaik )
    Demi Alloh tidak sama kali …….

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Tidak tercela bagi siapa saja yang menampakkan manhaj salaf (manhaj para sahabat-red) , berintisab dan bersandar kepadanya, bahkan yang demikian itu disepakati wajib diterima, karena manhaj salaf (manhaj para sahabat-red) pasti benar.” (Majmu’ Fatawa, 4/149). Beliau juga berkata: “Bahkan syi’ar Ahlul Bid’ah adalah meninggalkan manhaj salaf (manhaj para sahabat-red).” (Majmu’ Fatawa, 4/155).

    sebenarnya yang mengikuti sahabat bukanlah golongan

    yang fanatik. Akan tetapi dikarenakan konstruksi sosial lah

    yang terlihat seperti berkelompok2 di dalam tubuh trsbt.

    dan sudah menjadi

    sunnatulloh adanya kelompok2. sehingga apabila ada seklompok manusia baik itu sendiri ato jamak mengikuti pemahaman para sahabat sedangkan yg laen hanya mengikuti islam kebanyakan dan nenek moyang serta golongan2 da’wah kmpus yang menitik beratkan pada golongan selain sahabat sehingga mengesankan kelompok.

    Barokallohu fiik …

  2. @musafir kecil

    assalamu’alaykum aulia, ampe ksini2 juga ente yee?? hehehe, engko tak tinggal yoo…… yang muda duluan yee =p

    maen2 lage ke Jakarta yee…
    do’akan ane bisa ikut jadi auditor BPK kayak ente =p

  3. Musafir kecil itu siapa?ukhti aulia?konfirmasi aj bwt akh barkan,ini tulisan g dsangka2 se ide dg salah seorg guru besar d kmpus ana,yg namanya sering dsebut2.ada buku beliau,tp gak ana beli.mungkin nt mau beli

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s