« Dalang » dan « Wayang » Keturunan Adam

Siapa yang tak mengenal wayang golek dan wayang kulit? Sebuah kebudayaan asli masyarakat di tanah Jawa. Ditambah pula dengan padat dan sesaknya manusia Indonesia mendiami pulau bekas bertahtanya kerajaan Majapahit, Singosari, Padjadjaran, dan sebagainya. Pastilah masyarakat lebih akrab (semestinya) dengan istilah wayang.

Wayang terbuat dari dua jenis bahan, kulit dan kayu. Sehingga untuk wayang yang terbuat dari kulit, masyarakat memanggilnya dengan sebutan wayang kulit, sedangkan wayang yang terbuat dari kayu disebut wayang golek.

Wayang sama halnya seperti boneka. Ia adalah boneka yang beraksi dibelakang layar putih. Ia memiliki penyangga di bawah tubuhnya dan di bawah kedua lengannya. Ia bersuara dan bergerak, seperti halnya manusia. Namun sayang, suara dan gerakannya bukanlah kepunyaannya. Wayang seperti makhluk yang malang.

Di mana ada wayang, di situ pula ada dalang. Siapakah dalang? Dalang adalah ia yang memiliki kekuasaan mutlak atas wayang. Ia yang menggerakkan dan memberikan suara pada wayang. Dalang bebas berbuat sesuka hatinya kepada wayang. Ia-lah seorang pengatur ulung, yang bisa membuat penonton terbahak-bahak hingga perut mereka melilit, karena terputar oleh lakon sang dalang.

Seperti definisinya, dalang merupakan seorang pemegang kendali dan kekuasaan (otoritas) terhadap si wayang. Dia seorang pemonopoli yang otoriter. Berkehendak semau hatinya dan tentunya merdeka akan sebuah penentuan dan keputusan. Apapun yang terjadi, dialah yang bertanggungjawab penuh, bukan si wayang tentunya. Karena si wayang bisa apa? Ia tak mempunyai ruh dan pikiran. Perasaan pun tak punya. Tenaga untuk bergerak? Mana ada jika bukan dari gerak dan tenaga sang dalang yang perkasa? Wayang itu mati. Karena ia tak lebih dari sekedar boneka yang dapat dipermainkan kapan pun.

Itulah wayang yang mati. Wayang yang tak bernyawa, karena hanya terbuat dari gelondongan kayu atau kulit hewan yang diburu manusia. Ia memang wayang yang patut diperwayangkan. Lantas, adakah wayang yang tak ingin diperwayangkan?

Wayang tersebut adalah wayang yang hidup. Ia ditiupi ruh dari Dzat Yang Maha Kuasa, sehingga dapat bernapas. Ia memiliki hati dan nurani. Ia memiliki wajah, penglihatan, pendengaran, perasaan, kaki, dan tangan yang luar biasa utuh lagi sempurna – jika bola mata ini melihat konkritnya keadaan fisik suatu makhluk. Namun jika hal tersebut ditinjau oleh bola mata yang dimiliki oleh segumpal daging penawar racun di dalam tubuh ini, maka semua akan menyaksikan sepasang kaki dan tangannya diikat menggunakan kawat yang dialiri listrik. Pikirannya terus dibelenggu oleh berjuta sangsi pelanggaran norma. Bibirnya pucat dan membisu karena pita suaranya terputus setelah berteriak kencang dalam ruang qalbu.

Ia meraung dalam sepi. Ia butuh sebuah keadilan, persamaan hak dan kesetaraan, serta kesejahteraan individu. Hak! Ia sedang merintih dan berlari tertatih-tahih menggapai sebuah HAK. Wayang juga butuh hak.Ia wayang keturunan adam. Semua orang bisa memanggilnya dengan sebutan « manusia » jika mereka mau.

7 réflexions sur “« Dalang » dan « Wayang » Keturunan Adam

  1. gak ngerti gw gha kamsud lo apa ???

    gw ada majalah yang artikelnya mengenai tentang HAM keren

    bangeet…..

    Ya Alloh cukupkanlah diriku dengan AL-qur’an dan Sunnah

    dengan pemahaman sahabat

  2. maksud saya : manusia adalah keturunan adam. dan mereka mengambil peran ganda (abnormal role) di ranah sosial mereka, yaitu juga sebagai wayang.. Ini kesimpulan termasuk HAM kan yah? Insya Allah berpijak pada observasi dan pengalaman (fakta) di lapangan. Jadi insya Allah jatuhnya gak fitnah…

  3. sebuah artikel yang dalam dan sangat berarti…
    Jika membaca isi artikel ini dari awal sampai habis bukan dengan cara speed reading pasti merasakan bergitu besarnya manfaat dari artikel diatas….

    ada beberapa pesan, pengertian, bahkan di selingi dengan ilmu pengetahuan…selain itu juga dengan bahasa serasi….

    jujur saja, saya sangat menyukai tulisan ini…..Makasih yah buat penulis

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s