Sejak Malam itu, Kami « Amorfati »

« Amorfati »

Itulah kata-kata yang terlontar dari Unyil saat kami berencana « melahirkan » sebuah keluarga baru, keluarga dari pasca orientasi jurnalistik. Lucu kedengarannya, ketika kami, para tim divisi materi berkumpul di sebuah rumah makan asri yang di sekelilingnya terhampar sawah luas membentang, dihiasi pegunungan hijau yang menyegarkan.

Di sana lah kami mulai membagi kisah, menyatukan silaturahim agar semakin erat, menceritakan semua keburukan maupun kejelekan diri (sebagai ajang instropeksi). Saat itu indah, sendu, bercampur. Beberapa dari kami menitikkan air mata saat semua terungkap. Aku semakin yakin, bahwa mengungkapkan diri sendiri merupakan sebuah kesulitan yang luar biasa. Ayu, Risna, dan Nisa pun menitikkan air mata. Terutama ketika Nisa berusaha keras mengatakan bahwa « Aku sayang kalian! » Sebuah ungkapan tulus dari hati siapapun yang berada dalam forum tersebut.

Sejak akhir tahun lalu kami bersama, menuai kisah sulit dan membosankan, kesal, bercanda, semua jadi satu, terutama sejak waktu luang kami harus kami korbankan demi kepentingan « lautan biru » Ba’da ashar, hingga adzan isya pun berkumandang. Kami masih di sana. Mencurahkan segala rasa dan pikiran. Mungkin sekaligus membuat teori konsirasi ala kami.

Mba jamet, yang kesehariannya selalu konyol di depan QQ dan Risna, malam itu benar-benar membuat kami teriris hatinya. « Kita begini sampai kita sudah punya anak ya, sampai kita sudah punya cucu. Masing-masing dari kita punya nama panggilan, jangan sampai lupa, sampai anak-cucu kita kenal kita dengan nama panggilan itu », katanya. Malam itu dingin. Sunyi, seperti hanya kami yang punya dunia meminjam pada sang Khalik. Di sana kami melahirkan sebuah inspirasi yang mengejutkan sekaligus menyenangkan.

Dan yang tak terlupakan, kami memiliki seorang « Bang Bos » yang selalu penasaran, « si pemerhati kaum hawa nan bijaksana », wini yang perfectionist, dan si dia yang « terjorok » karena selalu mencurigakan.

Kini kami bukan anonim. Kami juga telah memiliki ruang khusus untuk menuliskan segala kisah dalam sebuah blog. Kami adalah « Amorfati ». Panggil kami itu!

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s