Masih Adakah Cinta Dihati mu?

Berpuluh-puluh malam ku lewati dengan kata Ikhlas!

Di suatu waktu yang tak terduga, sang bidadari bumi akan mendapati dirinya sedang terbujur lemas bersimbah darah kemurkaan, kekecewaan, dan kepenatan yang bergelung membungkus dan membuatnya tak bisa bernapas seperti manusia seutuhnya.

Waktu 24 jam yang telah menjadi anugrah terbesar yang cukup berharga hingga terdapat kata Wal Ashr pada kalam illahi, akan terasa sangat sempit dan tak mencukupi kebutuhan duniawi. Mungkin sang bidadari bumi akan berkata : « Tak pandai bersyukurkah aku wahai Penguasa Alam yang telah memberiku waktu 24 jam namun masih terasa tak mencukupi? Padahal sesungguhnya Dialah Maha Adil… »

Sang bidadari bumi itu masih terbujur kaku. Menerawang ke atas langit kelabu yang mencerminkan wajah kelamnya. Wajahnya memang kusut masai, penuh dengan problematika kehidupan manusia dewasa yang berat. Ia tak memiliki waktu yang telah pergi mendahuluinya. Ia tak memiliki jasad yang kuat lagi tegar, karena telah rapuh terforsir derasnya aktivitas duniawi. Ia tak memiliki akar yang menopang menggantikan kaki lemahnya. Ia tak memiliki ranting tuk bergelantungan yang dapat meringankan berat tubuhnya.

Malaikat yang tak tega melihatnya hidup merana pun segera bertanya ke dalam lubuk hatinya :

« Apa yang kau punya wahai bidadari malang? »

Sang bidadari bumi nan malang pun menjawab :

Aku hanya memiliki cinta ! Dan cinta itu untuk Nya…

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s