Sebuah Tulisan yang Berkualitas!

letter-for-uPaul Larocque

“Para calon penulis editorial harus membaca bacaan yang diminati maupun yang kurang disukai. Maksudnya adalah untuk menyeimbangkan pikiran”

Penulis. Sebuah sebutan atau predikat bagi orang-orang yang memang menyukai kegiatan menulis. Mereka menulis layaknya pelukis yang tak bisa menghentikan kegemarannya, menuai karya. Lantas, apakah penulis hanya berarti orang yang menyukai kegiatan menulis? Atau, tak ada syarat apapun untuk menjadi penulis?

Untuk menjadi seorang penulis, modal utama yang harus mereka miliki adalah pengetahuan. Tanpa pengetahuan, mereka tidak akan bisa menghasilkan sesuatu. Tanpa pengetahuan, mereka akan tampak sangat konyol. Tanpa pengetahuan, mereka tak akan bisa menulis apa-apa. Maka dari itu, kemampuan menulis akan tidak sangat berarti jika tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup.

Mereka yang tanpa pengetahuan, akan tidak bisa berpikir jernih dan sudah bisa dipastikan minim kreativitas dalam mengembangkan tulisannya. Tentu saja, pengetahuan yang paling mudah diperoleh, terutama yang paling akrab di kalangan akademisi adalah bacaan. Dengan membaca, manusia akan dapat mengasah pola dan daya pikirnya, menaikkan volume atau kapasitas otak mereka, serta menumbuhkan kreativitas dan ide-ide cemerlang.

Aktivitas membaca sangat erat kaitannya dengan menulis. Seseorang yang senang menulis bisa diprediksikan senang membaca bacaan apapun yang dapat merangsang daya pikir dan kemampuan mereka. Sebab tanpa pengetahuan – membaca – tulisan mereka dapat diibaratkan seperti tabung hampa. Atau bagaikan lukisan abstrak yang tak dipahami oleh siapapun kecuali oleh penciptanya.

Dalam memilih bahan bacaan, seseorang pastilah sangat condong kepada bacaan-bacaan yang dapat menarik perhatian mereka, karena bacaan tersebut sesuai dengan minat mereka. Minimal sesuatu yang memang mereka butuhkan. Lalu, bagaimana dengan bacaan-bacaan yang kurang mereka minati? Apakah bacaan-bacaan tersebut bisa dposisikan seperti sisa-sisa makanan : tidak menarik jadi dibuang saja?

Sebagai seorang penulis, minimal yang gemar menulis, mereka tidak bisa menulis begitu saja tanpa pemikiran yang matang. Dan aktivitas berpikir erat kaitannya dengan penafsiran seseorang terhadap stimuli. Dari aktivtas berpikir tersebut, seseorang berusaha berpikir kritis, menilai baik-buruknya, atau tepat atau tidaknya suatu stimuli (peristiwa, gagasan, dan lain-lain). Tentu saja untuk melaksanakan dan mewujudkan itu semua, penulis membutuhkan berbagai jenis referensi yang bukan hanya mampu memerkaya pengetahuannya, tetapi juga memerkaya penafsiran dan meningkatkan kemampuannya dalam memilah dan menganalisis sesuatu.

Dalam quotesnya Paul Larocque berpendapat bahwa para calon penulis editorial harus membaca bacaan yang diminati maupun yang kurang disukai. Maksudnya adalah untuk menyeimbangkan pikiran. Saya sangat setuju apabila penulis, khususnya penulis editorial, diharuskan untuk membaca semua jenis bacaan apapun, baik yang ia sukai maupun tidak. Sebab hal ini sangat bermanfaat bagi kualitas tulisan yang ia buat. Terutama untuk melihat fenomena dari sudut pandang yang berpengetahuan, karena bacaan adalah salah satu sumber informasi yang sangat kaya. Hanya saja, bagi saya, semua pengetahuan yang ia miliki bukan hanya untuk menyeimbangkan pikiran, tetapi lebih cenderung kepada pembentukan persepsi. Setelah membentuk persepsi yang dilalui dengan sikap berpikir kritis, barulah segala pikiran diseimbangkan untuk keberasilan pengambilan suatu keputusan atau mengeluarkan pendapat (statement).

Bernard Bour (Editor editorial surat kabar Sun Mateo Times)

“Pelajarilah bidang studi seperti ekonomi, sosiologi, antropologi, ilmu politik, terlebih lagi bidang-bidang studi yang menuntut kegiatan menulis”

Ilmu pengetahuan terbagi menjadi dua hal : ilmu murni dan ilmu terapan. Ilmu murni, sebagai contoh ilmu sains, menuntut para ilmuwan untuk bereksperimen dan terus bermain dengan teori yang didasari dengan kemutlakan. Sementara itu, ilmu terapan merupakan ilmu dinamis yang cenderung melihat fenomena dari sudut pandang psikologis dan sosiologis. Ilmu terapan memelajari realitas kehidupan masyarakat.

Terjunnya seseorang ke dalam sebuah bidang studi – ilmu terapan maupun ilmu murni – menuntut seseorang melakukan pengamatan yang tidak sedikit. Setiap pengamatan akan dicatat dalam bentuk tulisan.

Pendapat Bernad Bour mengenai kegiatan menulis, terkait dengan bidang studi sosial seperti ekonomi, sosiologi, antropologi, ilmu politik. Ia menyarankan orang-orang untuk memelajari studi-studi yang menurutnya menuntut kegiatan menulis. Studi tersebut di antaranya ilmu-ilmu sosial.

Bagi saya, semua ilmu pengetahuan menuntut kegiatan menulis. Bahkan, ilmuwan sains semestinya jauh lebih banyak membuat tulisan – laporan eksperimen, penelitian, dan sebagainya – untuk dikonsumsi masyarakat.

Namun fakta yang terlihat adalah keadaan sosial yang nyatanya menjadi suatu fenomena yang lebih berpeluang untuk dijadikan bahan acuan tulisan – opini, laporan pengamatan, dan sebagainya. Seharusnya, tuntutan kegiatan menulis diterapkan dalam setiap disiplin ilmu, karena ilmu pada hakikatnya tak lepas dari tulisan. Tulisan mengikat ilmu.

Jika seseorang ingin menghasilkan kegiatan menulis, maka ia tak harus memelajari studi sosial agar bisa menulis. Ia harus memelajari semua studi yang terjadi di alam semesta ini. Apapun bisa ia jadikan bahan acuan yang kemudian menciptakan sebuah kegiatan menulis.

Intinya adalah untuk menjadi seorang penulis, ia harus peka terhadap lingkungannya dan lingkungan secara umum, mengamati setiap fenomena yang terjadi, bersikap kritis dan skeptis, dan kaya ilmu pengetahuan dari berbagai sumber informasi. Jika telah melewati proses demikian, maka seseorang bisa melakukan aktivitasnya sebagai penulis : menulis.

Maka, lakukan hal apapun untuk bisa menciptakan sebuah tulisan yang berkualitas!

3 réflexions sur “Sebuah Tulisan yang Berkualitas!

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s