Terpikirkan Sejenak Bahwa……

listen-to-the-rhytmSEPASANG bola mata itu lagi-lagi terperangkap dalam gelombang imajinasi yang tak satu pun manusia mengetahuinya. Keduanya masih menatap langit-langit yang dinamai manusia dengan sebutan kubah, sambil memasang sepasang telinga yang siap mendengarkan lantunan nada dari Kalam Ilahi. Semua terlihat samar. Lagi-lagi imajinasi itu mengacaukan sang pikiran.

Di sebrang sana, suara sang Ibu terdengar risau. Menanyakan beberapa pertanyaan yang terselip harapan dan itu bersifat sangat mendalam. Mungkin sang Ibu hendak mencurahkan isi hatinya pada anak tercintanya, namun apa daya?

Sepasang bola mata itu kembali melihat langit-langit. « Kubah yang indah, » pikirnya. Kini suara sang Ibu tak terdengar. Ia memilih diam. Hanya lantunan nada Kalam Ilahi lah yang menghiasi tatapan kosongnya kali ini.

Seketika matanya terpejam. Rapat. Sangat lekat. Di balik kelopak mata yang indah, setitik air bening menyemburat dalam hening. Imajinasi itu semakin mengaduk-aduk isi hati dan pikirannya. Segala bentuk harapan semakin mengusutkan pikirannya.

Lalu dibaringkanlah tubuhnya menghadap langit-langit, melihat kubah barang sedetik. Kemudian diangkatnya kedua tangan halusnya seraya berkata : « Kabulkan segala isi hati ini ya Rabb. »

Dan ia pun menghembuskan napas panjang…

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s