Cuma Dua Kata : Nice Sunday!

Pagi-pagi sekali aku sudah rapi. Tumben sekali, pikirku. Aku menuntaskan Dhuha dengan ringan, lalu melangkah pasti menuju suatu tempat. Jangan bayangkan seorang aku pergi keluar rumah dengan tergesa-gesa seperti akan memulai liputan. Hari ini « sunday »! Minggu! It’s holiday, of course! Tentu saja tidak ada liputan hari ini dan aku bebas menggunakan rumah ku seutuhnya, termasuk menjelamarinated-chickenjahi dapur hijau ku yang terletak di sudut kanan rumah.

Ya, hari ini tugas liputan ku, tugas rancangan Bab 1 ku, tugas jurnalisme kontemporer ku, dan sejenisnya, digantikan oleh tugas klasik pemberian sang ibu : Masak di Dapur !!!

Tentu saja ini merupakan tugas dan wewenang yang dengan senang hati diberikan ibu ku ketika aku singgah di Jakarta.  Ibu selalu melontarkan kalimat manis dengan senyuman sejuta bunga bila anak gadis nya ini tiba di Jakarta dan pulang ke rumah tersayangnya : « Sayang, hehe ada kamu. Nah, masak ya. Semua bahan-bahan di kulkas Mami taruh entar di dapur. Terserah kamu mau masak apa. Yah… » Kemudian ia berlalu setelah melemparkan senyum dari bibirnya. Aku yang saat itu sedang menikmati udara Jakarta hanya bisa mengatupkan sepasang bibir kemudian menariknya sehingga menghasilkan senyum yang kurang manis. Haha.. sebuah pergulatan klasik antara ibu dan anak : Ganti Shift!

Aku berdiri terpaku di muka kompor. mengerut-ngerutkan kening. « Mau masak apa ya? Masa masakan padang terus? Revolusi dong! » kata ku dalam hati. Memang, kedua orang tua ku sangat tidak bisa lepas dari masakan padang. Kalau bisa dibilang, keluarga ku padang tok tok, mentok, nggak belok-belok. Jadi wajar, lidah keluarga ku hanya « mempan » dengan masakan kampuang, begitu. Tapi, aku sebagai pencinta kuliner, tidak mentok sampai di situ. Aku bingung setengah mati.

« Aku nggak bisa masak masakan daerah selain padang! » Lalu kemudian aku mengingat-ingat kebiasaanku yang lumayan sering makan di Clemmons, Jl. Imam Bonjol Bandung. Di sana aku suka memesan chicken wings yang diberi saus tomat dan kecap, kemudian di bakar. Disajikan lengkap dengan sayur buncis tumis dan kentang. Can you imagine that?

Dengan segenap kenekatan ku, setelah meminum ramuan « super pede », akhirnya aku MENGARANG segala bumbu dan proses pengolahan makanan yg ku namai « Ayam Bakar Saus Tiram ala Restoran » itu. Aku meramu segala bumbu dan mematangkan segala masakan itu dengan hati deg-degan dan keringat bercucuran. Dipikiran ku hanya satu : bagaimana daging ayam ku bumbu nya bisa meresap seperti daging kebab?

Kemudian ayah ku lewat, mengintip dapur…

« Kamu ngapain? » kata ayah sambil melihat wajah ayam ku yang dari warnanya dari putih menjadi cokelat akibat kecap.

« ……. »

« Masak yah, » jawab ku singkat sambil menyeka keringat. Saat itu aku kebingungan : Gak ada tepung maizena untuk saus tiram ku. Hehe, cari akal. Yah, kasih aja tepung terigu, kan  serba guna. Hahaha (keputusan tak logis seorang tukang masak!)

Tak terasa adzan menggema di mana-mana. Seperti mengingatkan ku bahwa : Hei, kamu belum selesai masak? Masih berkutat dengan kompor dan kroni-kroninya? Kita mau shalat!

Aku hanya menghela napas panjang dan mengambil air wudhu. Shalat berjamaah.

« Ayah pergi ya, » kata ayah setelah aku menyelesaikan shalatku. « Yah, makan dulu! » kata ku ngambek. Ayah hanya mengangguk. Aku pusing bukan main. Bagaimana tidak? Aku bereksperimen dengan makanan yang belum pernah ku coba, hanya ku lihat dan kurasakan di restoran. Aku menuangkan saus ayamnya : saus tiram, dan ku sajikan semua menu itu di piring ayah.

« ……….. » aku speachless

Ayah, « Nyamnyamnyamnyam… »

Aku : « ……… »

Ayah : « Huahahahaha… ternyata masakan mbok enak! »

Fiuhhh…

Bagaimana kira-kira wajah ku? Tertawa selebar Shrek? Atau tersenyum manis seperti Garfield? Atau loncat seperti Push in Boat dan Chipmunk? Jawabannya terserah Anda…

4 réflexions sur “Cuma Dua Kata : Nice Sunday!

  1. Haha..emang knp kalo makan??
    eh mbah, daripada maen kebut2an motor di kemayoran, mending donor darah buat Palestine!!! Bantuan seluruh negara2 termasuk Indonesia sedang tertunda. Persatuan dokter2 arab aja gak bs masuk palestine krn blokade dari mesir. Sekarang negara tercinta kita ini lagi sibuk galang darah buat para mujahid mujahidah disana. Nah, ente daripada kongkow mending bantu para pendonor lain mbah. Mumpung udah tua mbah, ngumpulin amal buat ntr….

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s