Aku,Senja,dan Hujan

Jakarta,30 November 2009

Senja kala itu begitu misterius.Berpendar di antara gumpalan selimut-selimut awan yang begitu halus.

Aku terpaku sejenak memandangnya. Dalam sebuah alunan melodi hati, di balik sebuah kaca bening kendaraan ku.

Belum sempat ku sunggingkan sebuah senyuman, rintikan hujan menetes perlahan. Membasahi kacaku, dalam kemelut warna oranye pucat akibat hantaran senja.

Rintikan ini semakin tajam. Membasahi seluruh kacaku, dan menenggelamkan senja ku hingga hilanglah kini pendarannya.

Aku setengah meringkuk. Menghangatkan tubuh dan kedua tanganku. Udara dingin seketika menggigit ku.

Deras hujan semakin berkuasa di samping ku. Begitu indah, bagai aliran pelangi cair saat diterpa pendaran warna lampu-lampu jalan.

Mungkin aku sudah kehilangan hangatnya senja ku. Namun masih ku rasakan hawanya di hatiku. Dan meskipun kini hanya ada deraian hujan berbalut sinaran lampu dalam dinginnya udara. Aku tetap berusaha mengingat bagaimana rasanya sebuah kehangatan..meskipun jalan terasa basah dan licin..maka, akan ku hantarkan rasa terima kasih ku pada mu,atas kehangatan itu..

-eghaliter-

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s