Aku dan Hujan

Aku dan Hujan..

Hanya tiga penggalan kata itu saja yang selalu melekat di otak ku saat ini. Aku dan Hujan! Dan selalu Aku dan Hujan! Sebuah tingkat kemuraman yang luar biasa tajam ketika ku layangkan sebuah penggambaran mengenai aku dan hujan. Tampaknya hujan ku telah berhasil ku jadikan perspektif tersendiri terhadap keeksistensiannya di alam semesta. Sebuah fenomena alam yang indah dan syahdu (setidaknya), namun menyimpan beragam misteri dan kemuraman tersendiri di balik awan gelap yang menyertainya. Aku mencintainya. Yah, aku mencintai hujan-Nya. Namun beribu maaf dari hati ku bila sesuatu yang ku cintai menjadi sebuah lambang kemuraman hati ku di kala sedih. Saat ini, aku hanya bisa berujar bahwa aku berusaha untuk menjalani semua yang telah menyatu dan melebur ke dalam takdir ku. Ke semua-muanya! Dan biarkanlah aku berteriak di antara raungan gemuruh Mu dan gemercik hujan Mu yang membekukan udara di sekitar ku. Maka biarkanlah aku menanggungnya bersama mendungnya alam semesta Mu. Karena Kau tahu, hati ku sulit untuk menyendiri di kala hujan..

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s