Ketika Hatiku Pilu Mendengar Lantunan Ayat MU

Hari minggu ini terasa panjang. Aku menyalakan saluran televisi dan beranjak ke dapur. Membuat makan siang di saat injury time karena sebentar lagi adzan Dzuhur. Tangan ku sibuk memilah-milah sayuran dan bumbu, sementara telinga ku sibuk mendengarkan siaran televisi. Mata ku sibuk melihat semua bahan masakan yang memenuhi tangan ku, sementara itu, di sebrang sana, terdengar lantunan syahdu yang pada akhirnya mampu menggemuruhkan aktivitas siang ku.

وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nyaialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاء مَاء فَيُحْيِي بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
وَمِنْ آيَاتِهِ أَن تَقُومَ السَّمَاء وَالْأَرْضُ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِّنَ الْأَرْضِ إِذَا أَنتُمْ تَخْرُجُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nyaialah berdirinya langit dan bumi dengan iradah-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggildari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).
وَلَهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ كُلٌّ لَّهُ قَانِتُونَ

Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada dilangit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.

« Itu surat Ar-Rum, » kata ibu ku mengingatkan.

« Ayat 23-26, » kata ku mencoba mengingat.

Seketika itu mata ku basah. Tangan ku gemetar.  Rasanya hati ini seperti mau berlari kuat-kuat. Rasanya telinga ini ingin ku rapatkan erat-erat. Air mataku tumpah. Membasahi tangan ku dan wajah ini.

Aku rindu berada di atas karpet hijau MU. Aku rindu berbaring dalam rumah MU. Aku rindu dekapan MU.

Dan aku benar-benar sadar bahwa selama ini aku hampir kehilangan MU. Ampuni aku, atas kelalaian ini. Maafkan aku, karena dunia ini. Sesungguhnya hati ku rindu, dan sangat rindu kepada MU. Dan Engkau pun tahu, bahwa cinta ku, sesungguhnya hanya milik MU…

Rabb, ku mohon tetaplah jaga hati ku, dari segala fana yang mengotori qalbu ini. Sudah cukup bagi ku cinta MU, dihati ku. Maka, maafkan lah aku…

2 réflexions sur “Ketika Hatiku Pilu Mendengar Lantunan Ayat MU

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s