Saat Iblis Menunjuk Si Dengki

Dengki. Bagi mu apa itu dengki ? Jika kau mencari arti kata dengki di berbagai media, kau akan dengan sangat mudah menemukannya di halaman KBBI, kamus google, atau mampu mendefinisikannya sendiri dengan pengalaman pribadi mu. 

Dengki..

Di buku mana pun, atau di kamus mana pun, tidak ada satu orang pun yang menemukan arti kata dengki dalam makna yang indah. Semuanya buruk. Bahkan aku pun akan kelelahan mencari sumber referensi yang menyatakan makna dengki itu indah. Karena sudah dipastikan nihil.

Jika seorang ulama berkata arti kata dengki, maka beliau akan menyebutkan bahwa dengki itu perasaan tidak suka terhadap kebahagiaan orang lain. Tapi aku tidak akan membahas lebih lanjut apa yang dikatakan seorang ulama itu terkait dengan kata dengki. Karena semua orang sudah bisa menebak, dengki itu erat dengan dosa. Dan segala pendosa itu tempat peristirahatan terakhirnya di neraka. Kecuali dia bertobat sebelum maut mencekik lehernya.

Dengki..

Bagi ku, dengki bukan hanya sekedar kata. Tetapi suatu penyakit. Penyakit hati yang mampu menghancurkan sesuatu yang imortal, entah itu menghancurkan manusia atau menghancurkan benda-benda mati yang ada di sekelilingnya. 

Dengki adalah ketika kau melihat adik mu berpakaian licin dan wangi sementara kau berpakaian kusut masai dan bau anyir, lalu kau merobek bajunya dan berkata “Kau tidak pantas memakai baju yang licin seperti ini!”

Dengki adalah ketika kau melihat kakak mu membawa nilai A untuk matematikanya sementara kau hanya membawa nilai C, lalu kau berkata dalam hati mu, “Cih ! Baru juga sekali dapat A sudah bangga!”

Dengki adalah ketika kau melihat sepupu mu mengenakan jilbab dan berangkat mengaji ke masjid, lalu kau yang berpakaian ketat seperti sarung guling berkata kepada sepupu yang lain, “Dia itu kolot dan kampungan, beda sama orang-orang modern!”

Dengki adalah ketika kau melihat teman mu mendapatkan pria tampan dan mapan, sementara kau hidup bersama pria tampan dan sederhana, kau berkata kepada teman yang lain, “Dia memang perempuan yang sukar hidup susah. Beda dengan saya yang mau hidup dari nol. Sangat materialistik perempuan seperti itu, bukan?”

Dengki adalah ketika kau melihat tetangga mu baru saja membeli mobil seharga ratusan juta dan mampu menyumbangkan beras setiap bulan kepada tetangga-tetangga miskin, sementara kau hanya memiliki sebuah sepeda motor cantik dan hanya mampu memberikan uang jajan kepada anak-anak yang suka menemani anak mu bermain, kau berkata kepada suami mu, “Kenapa hidup kita begini sekali? Tetangga itu sungguh menyebalkan!”

Dan..

Dengki adalah ketika kau hobi tertawa dan bersenang-senang, tetapi dada mu sesak karena terus memikirkan orang lain yang kau benci. Dengki adalah ketika kau sehat tetapi pikiran mu sakit. Dengki adalah ketika panca indera mu berfungsi tetapi mati rasa untuk kau gerakkan karena sangat sulit bagi kau tersenyum tulus dengan hati yang lapang.

Di sudut sana, segerombolan setan penghuni barak neraka sedang rapat untuk menemukan sasaran empuk, “Manusia lemah mana lagi yang mampu kita anugrahi penyakit dengki, wahai Raja Iblis?”

Dan iblis masih berpikir-pikir akan menunjukkan jemari hina nya ke wajah siapa.. dia? dia yang lain? atau kau?

 

 

 

(Dikutip dari blog saya yang lain di alamat : http://megasarizki.tumblr.com/

 

 

 

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s