Bebas Berkomunikasi dalam Berbagai Situasi

Kata para ahli, komunikasi merupakan kegiatan penyampaian pesan dari komunikator (penyampai pesan) kepada komunikan (penerima pesan) melalui media atau perantara komunikasi. Para ilmuwan komunikasi pun memberikan contoh sederhana bentuk komunikasi, seperti secercah senyuman yang dilontarkan si A kepada si B secara tatap muka, atau sepenggal kata « i love you » dari si Y kepada si Z melalui sebuah pesan singkat.

Saya juga bisa mengartikan bahwa komunikasi adalah ketika saya menggelengkan kepala saat mengetahui suami saya ingin beranjak pergi sebentar saja dalam situasi saya akan melahirkan. Atau ketika saya memeluk bayi kecil yang baru keluar dari rahim saya dan membisikkan ditelinganya « anakku sayang ». Atau ketika air muka saya kusut masai di hadapan para perawat saat bayi saya berada di dalam
inkubator. Komunikasi, bukan hanya dunia bicara bagi saya, tapi juga dunia ekspresi. Ya, manusia sesungguhnya bisa berbicara tanpa harus mengeluarkan suara. Dan hati sangat mungkin untuk diajak bicara lebih hebat dari pada pembicaraan antar bibir.

Image

Sederhana, tetapi kompleks. Bahkan, di era konvergensi media seperti sekarang telah membuat saya berpikir, ada « kehidupan » di dalam sebuah komunikasi. Teknologi komunikasi saat ini bukan lagi sekedar eksistensi bibir, kertas dan pulpen, surat kabar, atau mesin fotokopi. Teknologi komunikasi saat ini adalah suatu alat mungil super pintar yang mampu membuat manusia kesepian menjadi terhibur, mampu membuat manusia super sibuk menjadi super mudah, mampu membuat manusia out of date menjadi up to date dalam informasi.

Faktanya, dengan alat yang dinamakan « telepon genggam pintar », saya bisa « berbicara » dengan teman-teman saat saya berada di ruang bersalin. Tak ada situasi yang mampu menghalangi saya untuk sekedar menulis informasi, « I’m still waiting for my baby’s coming » di atas kasur pasien, lalu beberapa detik dan 

menit kemudian teman-teman merespons informasi status saya dengan beragam pertanyaan. Sungguh, mereka sama sekali tidak berada di samping saya. Tetapi respons mereka membuat keberadaan mereka terasa ada di samping saya.


Lebih kronisnya, ketika bangun tidur dan melihat status jejaring sosial teman- teman, saya bisa tahu bagaimana keadaan teman-teman saat itu. Seolah-olah mereka berbicara kepada saya, « Ouch, gigi patah jatuh dari sepeda! » Lalu saya tertawa seperti orang setengah gila. Sungguh, mereka tidak ada bersama saya tetapi saya sangat merasakan kehadiran mereka.

Kebutuhan akan komunikasi yang begitu besar bahkan kerap membuat saya selalu memegang telepon genggam kemanapun saya pergi. Ketika di dapurpun, saya bisa berkomunikasi dengan mereka yang sedang berada di luar kota atau luar negeri hanya dengan topik « Bubur ayam handmade so delicious ». Terlihat kampungan saat status itu saya sertakan bersama foto. Tetapi saya merasa, inilah kehidupan 

dunia komunikasi yang sesungguhnya. Setiap detik waktu yang kita lalui adalah komunikasi. Satu hari penuh waktu yang kita lalui adalah komunikasi. Seharian membaca informasi di banyak situs internet pun adalah komunikasi. Bahkan, menjadi setengah gila karena teknologi komunikasi super canggih pun, adalah komunikasi.


Percaya?

2 réflexions sur “Bebas Berkomunikasi dalam Berbagai Situasi

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s