Surat untuk Januari

Surat untuk Januari…

324 bulan sudah ku memijak bumi ini, wahai Januari. Dan 324 kali sudah kita berjumpa. Aku bernapas bebas dan tetap tegar menjalani peran di atas sebuah panggung bernama kehidupan.

Pernah terlintas dibenak selama beberapa masa, bahwa hal-hal yang layak ditunggu salah satunya adalah dirimu, Januari. Karena bagi ku, bertemu dengan mu bagaikan menambah kematangan jiwaku sekaligus mendewasakan penampilanku.

Dulu, setiap kali ada orang membicarakanmu, aku bahagia. Dan namamu sering ku sebut-sebut sebagai salah satu hal yang begitu penting di dalam hidup. Bahkan pernah dirimu ku jadikan sebuah eksistensi dalam hidupku.

Namun, baru ku sadar bahwa bumi yang ku pijak sesungguhnya berputar. Semakin lama ia berputar maka semakin dewasa ia, dan semakin mendekati masa aus nya. Benarkah aku?

Januari, kau tahu dulu aku mencintaimu. Menanti2 kehadiranmu. Mengabadikan momen bersamamu dan teman-temanku. Berbahagia dengan bertambahnya kematangan dalam hidupku.

Tapi, maafkan aku Januari. Kini ku tak lagi sama. Aku yang sekarang bahkan takut melihatmu. Takut membayangkanmu. Takut menghadapimu.

Karena bertemu dengan mu, mereka akan bersorak gembira dihadapanku, namun ketika ku sendiri, aku sadar, kematian mendekatiku.

eghaliter

IMG_3891.JPG

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s